Pages

Selasa, 17 Februari 2015

Rencana Bisnis



Rencana bisnis merupakan dokumen tertulis yang berisi ringkasan yang menggambarkan elemen internal dan eksternal yang relevan serta strategi dalam memulai bisnis baru (Hisrich, Peters, Shepherd, 2005; Scarborough, Wilson & Zimmerer (2009). Rencana bisnis itu memuat rincian kegiatan operasi dan rencana keuangan, peluang dan strategi pemasaran serta keterampilan dan kemampuan manajer. Perannya adalah sebagai peta yang menunjukkan bahwa entrepeneur telah melakukan berbagai kajian dari berbagai aspek sehingga telah siap untuk melaksanakannya dengan sebuah model bisnis. Rencana bisnis merupakan asuransi, yang sedini mungkin mencegah entrepeneur salah langkah dalam mengembangkan bisnis yang berujung pada kegagalan dan juga mencegah salah pengelolaan pada bisnis yang sangat berpotensi sukses.
         
   Rencana bisnis bermanfaat bagi entrepeneur dan pemilik dana/investor. Bagi entrepeneur rencana bisnis memiliki panduan operasi perusahaan dengan membuat rencana untuk masa yang akan datang dan menyusun strategi untuk mencapai kesuksesannya. Rencana ini membantu entrepeneur agar dapat memimpin perusahaan dengan sukses. Disamping itu, rencana bisnis juga memberikan benefit sebagai berikut (Frederick, Kuratko, Hodgetts, 2006).
1.   Waktu, usaha, riset dan disiplin yang dibutuhkan meletakkan rencana bisnis sebagai pendorong bagi entrepeneur untuk melihat usahanya secara kritis dan objektif.
2.   Analisis persaingan, ekonomi dan keuangan yang terdapat dalam rencana bisnis, menempatkan entrepeneur untuk teliti dan berhati-hati mengenai asumsi kesuksesan usahanya.
3.   Seluruh aspek harus dimuat di dalam rencana bisnis, hal ini mengaharuskan entrepeneur mengembangkan dan menentukan strategi operasi dan hasil yang diharapkan untuk penilai (evaluator) luar.
4.   Rencana bisnis mengkuantitifkan sasaran, menyediakan benchmark  yang dapat diukur untuk membandingkan hasil forecast dengan hasil aktual.
5.   Rencana bisnis yang lengkap menyediakan entrepeneur alat komunikasi untuk sumber dana dari luar.
Bagi pemilik dana, rencana bisnis memiliki manfaat sebagai berikut :
1.   Menyediakan secara rinci potensi pasar dan rencana untuk mengamankan bagian pasar.
2.   Mengilustrasikan kemampuan usaha untuk memenuhi kewajiban utang dan pengembalian atas ekuitas (ROE/Return on Equity) yang cukup.
3.   Mengidentifikasi risiko kritis dan peristiwa krusial dengan diskusi mengenai rencana kontigensi yang menyediakan kesempatan untuk keberhasilan usaha.
4.   Dengan menyediakan uraian yang lengkap, rencana bisnis memberikan kepada pemilik dana dokumen yang jelas dan lengkap, yang memuat informasi yang dibutuhkan untuk evaluasi bisnis dan keuangan
5.   Bagi pemilik dana yang tidak memiliki pengetahuan terhadap entrepeneur, rencana bisnis menyediakan panduan yang berguna untuk menilai kemampuan perencanaan dan manajemen sang entrepeneur.
Kesalahan rencana bisnis :
1.   Tujuan yang tidak realistis
Penyusunan tujuan perlu memperhatikan apakah tujuan yang digariskan mungkin tercapai. Entrepeneur harus menyusun agenda waktu yang jelas disertai dengan rincian aksi yang mesti dikerjakan untuk mencapai sasaran realistis yang diinginkan.

2.   Kegagalan mengantisipasi jalan buntu
Entrepeneur tidak menyadari masalah yang mungkin timbul. Untuk menghindari itu maka entrepeneur harus dapat menyebutkan rintangan yang mungkin muncul dan langkah alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi rintangan tersebut.

3.   Tidak ada komitmen dan dedikasi
Entrepeneur seringkali memulai suatu bisnis dari hobi. Hal yang wajar. Namun, entrepeneur sebisa mungkin menghindari kesan tidak memiliki keseriusan dalam menjalankan usahanya.

4.   Kekurangan pengalaman pengalaman (bisnis dan teknis)
Entrepeneur harus dapat menyediakan bukti bahwa ia memiliki pengalaman untuk menjalankan bisnis dan memiliki latar belakang pengetahuan yang menunjang kemampuannya dalam mengelola bisnis. Jika kemampuan dirasa masih kurang entrepeneur dapat mencari bantuan dari pihak-pihak yang memiliki kemampuan dan keterampilan yang dibutuhkan.

5.   Tidak terdapat ceruk pasar (segmen)
Sekalipun entrepeneur memiliki produk yang sangat bagus, tidak menjamin bahwa pasar akan mau dan mampu membeli produk tersebut. Entrepeneur harus dapat memilih target pasar yang spesifik dan dapat menunjukkan bahwa produk tersebut akan memenuhi kebutuhan dan keinginan pasar sasaran.

Sumber : Pengantar Entrepeneurship oleh Serian Wijatno (2010) halaman 69-71

Tidak ada komentar:

Posting Komentar