Rencana bisnis
merupakan dokumen tertulis yang berisi ringkasan yang menggambarkan elemen
internal dan eksternal yang relevan serta strategi dalam memulai bisnis baru
(Hisrich, Peters, Shepherd, 2005; Scarborough, Wilson & Zimmerer (2009).
Rencana bisnis itu memuat rincian kegiatan operasi dan rencana keuangan,
peluang dan strategi pemasaran serta keterampilan dan kemampuan manajer.
Perannya adalah sebagai peta yang menunjukkan bahwa entrepeneur telah melakukan berbagai kajian dari berbagai aspek
sehingga telah siap untuk melaksanakannya dengan sebuah model bisnis. Rencana
bisnis merupakan asuransi, yang sedini mungkin mencegah entrepeneur salah langkah dalam mengembangkan bisnis yang berujung
pada kegagalan dan juga mencegah salah pengelolaan pada bisnis yang sangat
berpotensi sukses.
1.
Waktu, usaha, riset dan disiplin
yang dibutuhkan meletakkan rencana bisnis sebagai pendorong bagi entrepeneur untuk melihat usahanya
secara kritis dan objektif.
2.
Analisis persaingan, ekonomi dan
keuangan yang terdapat dalam rencana bisnis, menempatkan entrepeneur untuk teliti dan berhati-hati mengenai asumsi
kesuksesan usahanya.
3.
Seluruh aspek harus dimuat di dalam
rencana bisnis, hal ini mengaharuskan entrepeneur
mengembangkan dan menentukan strategi operasi dan hasil yang diharapkan untuk
penilai (evaluator) luar.
4.
Rencana bisnis mengkuantitifkan
sasaran, menyediakan benchmark yang dapat diukur untuk membandingkan hasil forecast dengan hasil aktual.
5.
Rencana bisnis yang lengkap
menyediakan entrepeneur alat
komunikasi untuk sumber dana dari luar.
Bagi pemilik dana, rencana bisnis memiliki
manfaat sebagai berikut :
1.
Menyediakan secara rinci potensi
pasar dan rencana untuk mengamankan bagian pasar.
2.
Mengilustrasikan kemampuan usaha
untuk memenuhi kewajiban utang dan pengembalian atas ekuitas (ROE/Return on Equity) yang cukup.
3.
Mengidentifikasi risiko kritis dan
peristiwa krusial dengan diskusi mengenai rencana kontigensi yang menyediakan
kesempatan untuk keberhasilan usaha.
4.
Dengan menyediakan uraian yang
lengkap, rencana bisnis memberikan kepada pemilik dana dokumen yang jelas dan
lengkap, yang memuat informasi yang dibutuhkan untuk evaluasi bisnis dan
keuangan
5.
Bagi pemilik dana yang tidak
memiliki pengetahuan terhadap entrepeneur,
rencana bisnis menyediakan panduan yang berguna untuk menilai kemampuan perencanaan
dan manajemen sang entrepeneur.
Kesalahan
rencana bisnis :
1.
Tujuan yang tidak realistis
Penyusunan
tujuan perlu memperhatikan apakah tujuan yang digariskan mungkin tercapai. Entrepeneur harus menyusun agenda waktu
yang jelas disertai dengan rincian aksi yang mesti dikerjakan untuk mencapai
sasaran realistis yang diinginkan.
2.
Kegagalan mengantisipasi jalan buntu
Entrepeneur tidak
menyadari masalah yang mungkin timbul. Untuk menghindari itu maka entrepeneur harus dapat menyebutkan
rintangan yang mungkin muncul dan langkah alternatif yang dapat dilakukan untuk
mengatasi rintangan tersebut.
3.
Tidak ada komitmen dan dedikasi
Entrepeneur seringkali
memulai suatu bisnis dari hobi. Hal yang wajar. Namun, entrepeneur sebisa mungkin menghindari kesan tidak memiliki
keseriusan dalam menjalankan usahanya.
4.
Kekurangan pengalaman pengalaman
(bisnis dan teknis)
Entrepeneur harus
dapat menyediakan bukti bahwa ia memiliki pengalaman untuk menjalankan bisnis
dan memiliki latar belakang pengetahuan yang menunjang kemampuannya dalam
mengelola bisnis. Jika kemampuan dirasa masih kurang entrepeneur dapat mencari bantuan dari pihak-pihak yang memiliki
kemampuan dan keterampilan yang dibutuhkan.
5.
Tidak terdapat ceruk pasar (segmen)
Sekalipun
entrepeneur memiliki produk yang
sangat bagus, tidak menjamin bahwa pasar akan mau dan mampu membeli produk
tersebut. Entrepeneur harus dapat
memilih target pasar yang spesifik dan dapat menunjukkan bahwa produk tersebut
akan memenuhi kebutuhan dan keinginan pasar sasaran.
Sumber
: Pengantar Entrepeneurship oleh Serian Wijatno (2010) halaman 69-71
Tidak ada komentar:
Posting Komentar